Oleh: Gema Prestasi | Desember 20, 2010

Masalah-masalah yang dihadapi siswa

Masalah belajar yang di hadapi siswa

Seringkali anak didik mengalami kesulitan dalam mengakses pelajaran yang dipelajarinya di kelas. Kesulitan-kesulitan tersebut secara tidak langsung menghambat perkembangan belajar mereka. Akhirnya mereka tidak mampu mendapatkan hasil yang optimal dalam belajar. Berikut ini kami akan menjelaskan beberapa masalah-masalah yang sering dihadapi siswa di dalam proses belajar mereka.

Faktor-faktor masalah belajar anak  :

a). Faktor Intern

  • Kelemahan yang disebabkan oleh kebiasaan dan sikap yang salah seperti kurangnya perhatian dan minat terhadap pelajaran sekolah, malas dalam belajar.
  • Kelemahan emosional, siswa/i sering merasa kurang aman, tidak bisa menyesuaikan diri, tercekam rasa takut, benci dan antipati serta ketidakmatangan dalam emosinya.

b). Faktor Ekstern

  • Faktor keluarga

1)    Kemampuan ekonomi orang tua kurang memadai. Misalnya peralatan sekolah yang dibutuhakan oleh Burhan kurang memadai sehingga untuk memenuhi kebutuhan belajarnya masih kurang.

2)    Fasilitas belajar kurang memenuhi. Dalam belajar di rumah Burhan tidak mempunyai tempat belajar yang baik dan khusus sehingga dia kurang nyaman dalam belajar di rumah.

3)    Sikap orang tua yang tidak memperhatikan pendidikan anaknya.

  • Faktor sekolah dan masyarakat

1)    Sifat kurikulum yang kurang fleksibel.

2)    Alat dan media yang di gunakan guru kurang memadai.

3)    Lingkungan masyarakat yang kurang kondusif.

  1. Cara Mengatasinya    :

Pada masalah ini, proses pemberian bimbingan pada Burhan dengan cara melakukan pendidikan psikologi anak yaitu untuk menumbuhkan keberanian anak belajar matematika dengan menghilangkan rasa takut dan malas sehingga anak tersebut merasa senang dalam belajar matematika. Hal ini telah dilakukan dengan cara :

  1. Menunjukkan sikap ramah pada anak.
  2. Memberi bimbingan dan tuntunan dengan sabar.
  3. Memberi motivasi dan dorongan untuk berani dan bersemangat dalam menerima pelajaran tanpa harus dibebani rasa takut.
  4. Memberi spirit untuk tidak selalu malas dalam berpikir.

Usaha ataupun upaya yang ditempuh dalam mengalami kesulitan belajar siswa dalam melakukan operasi hitung pembagian pecahan dan penarikan akar adalah :

  1. Pengidentifikasian kesulitan siswa. Memberikan soal latihan (pretest) untuk mengetahui pemahaman Burhan tentang konsep pembagian pecahan dan penarikan akar. Kemudian pembimbing membahas jawaban yang dikerjakan khalik. Dan diketahui bahwa Burhan belum menguasai materi tersebut.
  2. Pengajaran perbaikan. Untuk membimbing Burhan yang masih mengalami kesulitan dalam melakukan operasi hitung pembagian pecahan dan penarikan akar, Pembimbing meminta siswa untuk mengerjakan kembali soal yang masih salah jawabannya yaitu dengan cara mengerjakan langkah-langkah yang benar untuk menyelesaikan soal.
  3. Memberikan latihan-latihan untuk meningkatkan keterampilan belajar. Setelah murid paham, pembimbing sering memberikan soal-soal latihan pada khalik agar lebih memahami cara penyelesaian yang benar. Meskipun hasil jawaban Burhan masih belum memuaskan. Pembimbing selalu memberi bimbingan dan semangat pada siswa bahwa apabila rajin belajar maka tidak ada hal yang sulit. Setiap selesai pembimbingan siswa selalu diberi PR untuk dikerjakan di rumah agar mau belajar dan berlatih.
  4. Pengembangan sikap dan kebiasaan yang baik. Pembimbing memberikan bimbingan dalam hal :
    1. Menentukan motivasi yang tepat dalam belajar.
    2. Mengatur waktu belajar baik di sekolah maupun di rumah.
    3. Membiasakan siswa mengerjakan tugas-tugas secara teratur, bersih dan rapi.
    4. Menumbuhkan rasa percaya diri untuk mau bertanya tentang hal-hal yang belum dimengerti.
  1. Hasil Bimbingan

Burhan merasa senang dan menyadari bahwa pelajaran matematika ternyata tidak sulit dan selanjutnya mulai timbul keberanian untuk belajar lebih lanjut. Dan Burhan setelah dilakukan bimbingan sudah menunjukkan sikap untuk mau belajar matematika dan sudah bisa membagi pecahan dan menarik akar dengan cara yang benar. Dengan adanya pendekatan yang terus menerus, dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada Burhan untuk selalu belajar khususnya belajar matematika. Hal ini sangat baik bagi perkembangan belajar pada khalik, yang semula malas-malasan, menjadi mau untuk mencoba menyelesaikan soal-soal matematika.

  1. Kesimpulan

Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa :

  1. Peran guru sangat membantu guna mencapai tujuan yang diharapkan.
  2. Bimbingan dalam belajar khususnya dalam berhitung masih sangat dibutuhkan bagi anak-anak yang masih mengalami kesulitan sehingga diperlukan bimbingan yang intensif.
  3. Bimbingan yang dilaksanakan dengan penuh kesungguhan akan memberi manfaat bagi siswa dalam mengembangkan kemampuan dan keterampilannya.
About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: